RSS

Category Archives: Forum Campuran

Forum ini berisi topik-topik yang tidak cocok ditaruh dalam forum-forum lain yang ada.

“Google Translate”: Seburuk itukah?

Artikel mengenai kualitas aplikasi penerjemahan online (atau “daring” alias “dalam jaringan”) Google Translate ini dibuat berangkat dari beberapa hipotesis berikut:

1. Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang akrab di lidah (dalam konteks blogging, baca: jari jemari) sebagian besar rakyat Indonesia yang akrab dengan Google Translate;

2. Tidak semua peramban web (web browser) memahami dengan baik tujuan dikembangkannya Google Translate, berikut cara kerja dan kemampuan sebenarnya;

3. Bahasa Indonesia yang baik dan benar belum (atau tidak lagi?) menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, dalam hal ini di kalangan pengguna Google Translate; dan

4. Pengguna layanan penerjemahan yang ditawarkan Google Translate (asal Indonesia) tidak begitu puas dengan hasil kerja aplikasi online ini.

(Hipotesis Pertama)

Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mengajarkan bahasa Inggris kepada berbagai tingkatan siswa mulai dari siswa SD hingga siswa karyawan dan kenyataaan bahwa, di Indonesia, bahasa Inggris bukanlah bahasa kedua, apalagi bahasa pertama (bahasa Inggris masih tergolong bahasa asing), bagi mayoritas rakyat Indonesia, tidaklah susah bagi saya untuk mengatakan bahwa hipotesis ini benar. Dengan keadaan seperti ini, tidaklah aneh kalau kemudian banyak orang Indonesia, terdesak oleh kebutuhan kerja atau studi, mencari segala cara untuk dapat menerjemahkan karya tulis bahasa Indonesia mereka ke bahasa Inggris, salah satunya dengan menggunakan Google Translate.

(Hipotesis Kedua)

Sayangnya, pemahaman para peramban web yang menggunakan Google Translate terkait tujuan dikembangkannya aplikasi ini, termasuk cara kerja dan kemampuan sebenarnya, sangat beragam. Hal ini pada gilirannya memunculkan beberapa pandangan dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda.

Google Translate dapat menerjemahkan kata, frasa, kalimat, paragraf, satu dokumen penuh, atau laman web dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, atau sebaliknya (juga ke dan dari puluhan bahasa lainnya). Dengan layanan semacam ini, pengembang Google Translate berharap bahwa berbagai informasi yang tersebar di dunia nyata di berbagai negara dapat diakses di Internet dan menjadi lebih bermanfaat bagi khalayak ramai di seluruh dunia.

Dalam melakukan penerjemahan, Google Translate melalui suatu proses yang disebut sebagai statistical machine translation, yaitu proses pencarian pola pada berbagai teks dokumen dalam jumlah besar. Maksudnya, Google Translate mencari dan mencocokkan berbagai pola yang ada dalam ratusan juta dokumen di Internet untuk menjatuhkan pilihan pada terjemahan yang terbaik bagi pengguna. Dengan pendeteksian pola-pola dalam berbagai dokumen hasil penerjemahan manusia, Google Translate dapat melakukan intelligent guess (tebakan yang cerdas) guna mendapatkan pola terjemahan yang tepat. Semakin banyak dokumen hasil penerjemahan manusia yang dianalisis oleh Google Translate, semakin baik pula mutu terjemahannya. Dari sini sebenarnya dapat disimpulkan pula bahwa semakin banyak dokumen bahasa Indonesia ditulis di Internet, baik secara monolingual maupun bilingual, atau diterjemahkan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik dan benar, akan semakin baik pula hasil penerjemahan Google Translate. Hal ini berlaku pula bagi para blogger. Oleh karenanya, menulislah mulai sekarang dengan menggunakan bahasa Indonesia–dan bahasa Inggris jika memungkinkan–yang baik dan benar, lepas dari kenyataan bahwa Google Inc. kemungkinan akan menjadi pihak yang diuntungkan sekiranya Google Translate dijadikan aplikasi berbayar suatu saat nanti; mudah-mudahan tidak.

Tidak banyak orang mengetahui bahwa sebenarnya Google Translate hadir dalam tiga bentuk yang berbeda untuk layanan yang sama. Pertama, Google Translate dapat diakses dari peramban web di http://translate.google.com/#. Tampilannya akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Kedua, Google Translate datang dalam bentuk satu kesatuan paket aplikasi bersama-sama dengan aplikasi Google lainnya, seperti Google Docs, Google Reader, Gmail, dll., dan secara keseluruhan disebut sebagai Google Translate Toolkit. Sebelum dapat memanfaatkan Google Translate Toolkit, pengguna harus sign in terlebih dahulu dengan menggunakan account Google. Cari Google Translate Toolkit ini dengan Google Search dan telusuri hingga Anda dapatkan tampilan seperti di bawah ini.

Setelah sign in, dengan Google Translate Toolkit, pengguna dapat mengunggah dan menerjemahkan dokumen, mengunduh dan mempublikasikan terjemahan, berbincang dan berbagi terjemahan secara online, dan menggunakan fitur-fitur canggih seperti translation memory (TM), atau memori terjemahan, dan glosarium. Gambar berikut merupakan contoh hasil penerjemahan dengan Google Translate Toolkit.

Dengan kedua cara di atas, Google Translate harus ditampilkan dengan peramban web. Namun, dengan cara ketiga, yaitu dengan menggunakan Google Translate API, pengguna dapat memanfaatkan Google Translate di desktop komputernya. Aplikasi TranslateClient merupakan contoh client Google Translate. Untuk dapat memakai TranslateClient, pengguna perlu menginstal aplikasi ini terlebih dahulu (unduh installer-nya di http://translateclient.com/). Cara menggunakannya pun mudah. Cukup block bagian teks yang ingin Anda terjemahkan dan akan segera muncul ikon G di samping kanan teks yang di-block. Jika Anda mengklik ikon itu, terjemahan dari teks tadi akan segera muncul di bawahnya. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

(Hipotesis Ketiga dan Keempat)

Berdasarkan pengalaman, selama ini, apabila ada pengguna Google Translate yang mengeluhkan kualitas terjemahan aplikasi ini (untuk naskah dalam bahasa Inggris), maka mereka sering kali menyalahkan Google Translate-nya dan lupa untuk mewawas diri dengan mengkritisi kualitas naskah aslinya (dalam bahasa Indonesia). Memang benar Google Translate, seperti alat penerjemahan otomatis lainnya, memiliki keterbatasan. Sering kali kita menemukan terjemahannya yang tidak akurat. Betul. Namun, sebenarnya tingkat kesalahan tersebut bisa kita tekan apabila bahasa Indonesia yang kita gunakan sudah baik dan benar. Cobalah untuk menyunting naskah asli Anda terlebih dahulu sebelum menerjemahkannya dengan Google Translate dan lihat perbedaannya. Selain itu, coba manfaatkan tautan “Suggest a better translation,” atau “Sumbangkan terjemahan yang lebih baik” jika Anda menemukan terjemahan Google Translate yang masih perlu diperbaiki mutunya. Dengan demikian, Google Translate dapat lebih ditingkatkan lagi dan para penggunanya di masa datang akan merasakan manfaatnya.

 
3 Comments

Posted by on June 12, 2011 in Forum Campuran

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Barber Shoops? Excuse me?

Barber Shoops? Excuse Me?

I was once heading home with the whole family after an unsuccessful “es doger” treat when I came across this place in the photograph that I took with my cellphone. We were at a traffic light and the light was showing red. The light was almost green when I realized that there was something amusingly wrong with the wording in the billboard to my right. As if I had discovered a chest of treasure, panic-stricken, I took out my cellphone and took a quick shot of the billboard. Luckily, I still had enough time to do so.

Let’s dissect the wording shown in the photograph. First of all, the correct spelling of the second word should be shop, not shoop, which I don’t think even exists in English vocabulary. Secondly, there was only one shop, so it should not have been written with an ‘s’, namely shoops; shop is the correct writing. Thirdly, if we consult the dictionary trying to look for the phrase barber shop, we won’t be able to find the phrase. Why? It’s because it is not a phrase; it is a word. Now, I challenge you to look for the word barbershop in the dictionary. I’m sure you’ll come back to me with a smile. It’s there, isn’t it? 🙂

Barbershop

Well, I hope that was useful. See you in my next post!

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2011 in Forum Campuran

 

Tags: , , , ,

Violence and Hoax

It so happened that today I heard the words violence, which means “the use of physical force to injure somebody or damage something”, and hoax, meaning “an act intended to trick people into believing something is real when it is not”, being mispronounced. Let us learn how these words are supposed to be pronounced.

Let me start with violence. It would sound “vaiyelens” in Indonesian, not “vielens”.

Violence

What about hoax? Its correct sounding in Indonesian would be “howks”, not “hoaks”.

Hoax

Hopefully, that was useful. See you in my next post!

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2011 in Forum Campuran

 

Tags: , , , ,

“Go Blog” or “Go Blogging”?

Once I saw a photograph on the Internet showing a group of teachers standing in front of a banner of a seminar (see image). What makes the photograph interesting is the wording in the banner. It writes, “Guru Go Blog!” (literally, “Teachers [Who Are] Go Blog”; FYI, Go Blog, if written as one word, would sound like a word that means “stupid” in Indonesian). Perhaps, the writer felt that the sentence was already grammatically correct, but, unfortunately, it is wrong.

Let us help the writer fix the mistake. In English grammar, the verb go is, among others, followed by a gerund, namely a word that ends with an -ing. For example:

Let’s go shopping this weekend!

I usually go rafting every month.

Therefore, it’s supposed to be go blogging, not go blog, or in a complete sentence, Dear SDIT Al Hikmah teachers and parents, let’s go blogging!

Hopefully, that was useful. See you in my next post!

 
1 Comment

Posted by on May 28, 2011 in Forum Campuran

 

Tags: , , , , ,