RSS

“Google Translate”: Seburuk itukah?

06 Jun

Akhir-akhir ini, dalam beberapa forum yang saya hadiri, saya berkesempatan mendengar komentar miring tentang kualitas hasil penerjemahan Google Translate di dunia maya. Benarkah demikian? Sebelum saya menyampaikan pandangan saya tentang Google Translate dan kualitas penerjemahannya, saya ingin terlebih dahulu mendengar komentar para pengunjung tentang hal ini. Silahkan tinggalkan komentar Anda dalam kolom Leave a comment di bawah.

(6 Juni 2011)

 
9 Comments

Posted by on June 6, 2011 in Trash

 

9 responses to ““Google Translate”: Seburuk itukah?

  1. Vavai

    June 7, 2011 at 6:46 am

    Kalau dibilang bagus memang hasil translate-nya perlu banyak perbaikan namun bagi saya pribadi, hasil Google Translate memang bukan untuk hasil akhir, melainkan cara mudah membuka kamus untuk menemukan arti kata tertentu dan juga cara mudah memahami sederetan kalimat yang belum saya pahami.

    Daripada produk translator sejenis, Google Translate bagi saya sudah lebih dari memadai.

     
  2. Aris Heru Utomo

    June 7, 2011 at 6:59 am

    kalau saya cenderung lebih suka menggunakan google translate untuk menterjemahkan kata per kata, bukan per kalimat. sayangnya, selain masalah tata bahasa, google translator tidak menyediakan synonim satu kata dalam bahasa yang sama. bagi saya ini lebih penting, khususnya dalam memilih kata-kata tertentu yang dipandang lebih sesuai (meski artinya sama).

    nah kalau menurut pak budhi sendiri bagaimana? gak adil rasanya meminta komentar dari pembaca, sementara penulis belum menuliskan opininya.

    anyway nice posting pak and keep blogging

    salam

     
  3. aksan kurdin

    June 8, 2011 at 2:05 am

    ya gitu mas budi, sudah dapat gratis tapi masih minta macam-macam, komentar miring pula🙂
    ayo mas budi, saya setuju sama pak aris, anda lempar topik, tapi juga kasih umpan🙂, gak perlu nunggu dikomentarin dulu …..

    @pak aris,
    saya gunakan translate client (www.translateclient.com) yang menggunakan Google Translate API, dan mengenai sinonim, baik di translate client maupun di site google translate, kita akan diberikan sinonimnya jika hanya entri satu kata saja. Sayangnya, per 1 desember 2011, google akan menghentikan layanan google translate API-nya. (http://code.google.com/apis/language/translate/overview.html)

     
  4. Iwan Abdurrahman

    June 8, 2011 at 9:32 am

    sama seperti pak aris, biasaya saya terjemahin kata per kata atau satu kalimat yg pendek, kalau kelihatannya kurang pas, minimal bisa utak-atik dari hasil terjemahan itu

     
  5. Mas Ben

    June 9, 2011 at 6:47 am

    Kalau untuk Indonesia ke Engslih atau sebaliknya, saya suka banget buka http://kamus.net . Di sana kita juga bisa tahu banyak padanan katanya🙂

     
  6. Semy Havid

    June 9, 2011 at 8:57 am

    Ketika kita mencoba men ‘transalate’ blog kita dari Indonesia ke Inggris, seringkali saya merasakan terjemahan yang terkesan agak janggal. Dia seperti ‘gagap’ kalau menghadapi kata-kata majemuk seperti: rumah-sakit; besi-tua; dll. Mesin penerjemah ini juga tidak bisa membedakan nama orang, barang atau tempat, yang tidak perlu diterjemahkan tetapi diterjemahkan juga, sehingga tulisan/artikel kita menjadi terkesan ‘aneh’

     
  7. maskarso

    June 11, 2011 at 11:48 am

    Sebatas sebagai alat pernterjemah kata, boleh diandalkan. Tetapi kalau sudah satu kalimat atau bahkan satu paragraf, harus kita periksa ulang lagi. Pada umumnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, malah kadang rancu (tidak beraturan)

     
  8. Budhi Adrianto

    June 15, 2011 at 12:50 pm

    Tampaknya diskusi ini akan lebih membumi kalau kita sertakan contoh-contoh hasil terjemahan Google Translate yang cukup mewakili jumlahnya.

     
  9. Mas Mobit

    June 30, 2011 at 5:29 am

    Google translate itu hanyalah mesin. Untuk membantu menemukan kata per kata memang sangat bagus. Tetapi ketika kita menghendaki kalimat panjang, secara pragmatic akan tidak masuk dan dapat dipastikan tidak akan menemukan seperti yang konteks sebenarnya. Dia juga tidak bisa menemukan konteks di balik tiap kalimat yang kita kehendaki. Oleh karena itu sebaiknya jika menginginkan terjemahan yang sempurna baik diction maupun pragmatics nya, yah kita terjemahkan secara manual saja, tidak perlu menggunakan google translate.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: